1. Beresiko
Saat melakukan investasi dengan
Reksadana Pasar Uang, maka MI Anda akan melakukan perputaran uang di
dunia pasar uang dan tentunya ada resiko bahwa tempat perputaran itu
wanprestasi. Jika hal itu terjadi, maka Anda akan mengalami kerugian.
Namun kerugian tersebut tidak akan terlalu besar karena sudah dibatasi
dengan peraturan untuk hanya menaruh maksimal 10% pada masing-masing
jenis pasar uang. Dengan adanya peraturan itu, Anda tidak akan merasakan
kerugian yang bisa menghabiskan seluruh modal investasi Anda.
2. Nilai Return Tidak Pasti
Berbeda dengan deposito yang
memiliki nilai return yang jelas, Reksadana Pasar Uang memberikan nilai
return yang berfluktuasi sehingga tidak bisa diprediksi berapa
keuntungan yang akan Anda dapatkan. Dengan fluktuasi nilai return ini,
Anda bisa mendapatkan keuntungan yang besar atau malah bisa mengalami
kerugian. Hal ini bergantung pada Anda dan MI Anda untuk cermat dalam
memilih produk investasi yang paling baik dan kecil resiko.
Investasi Cerdas Dengan Reksadana Pasar Uang
Berdasarkan semua ulasan yang
sudah Anda baca di atas, dapat disimpulkan bahwa Reksadana Pasar Uang
lebih beresiko daripada deposito, namun dengan resiko yang tergolong
rendah ini, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang lebih baik daripada
dengan berinvestasi hanya di deposito. Yang terpenting dalam investasi
di Reksadana Pasar Uang adalah Anda harus pandai melihat situasi
keuangan dan cerdas dalam menentukan pilihan, karena hal itu akan
berpengaruh pada nilai return yang Anda dapatkan nanti. Selain itu, Anda
juga harus memiliki MI yang juga cakap dalam melakukan hal itu sehingga
bisa membantu Anda dalam menjatuhkan pilihan. Jadilah investor yang
cerdas dengan menggunakan Reksadana Pasar Uang.